• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Vulvitis Wanita

Vulvitis Adalah | Pengertian Vulvitis Pada Wanita
Nilai Rata-rata: 9.2 / 10 (13 orang penilai )

Pengertian Vulvitis

Vulvitis adalah suatu peradangan yang terjadi dari organ kelamin bagian luar pada wanita (vulva). Sedangkan vulva itu sendiri termasuk clitoris, labia dan pintu masuk ke vagina. Vulvitis  hampir mirip seperti vaginitis, Penyebab penyakit vulvitis ini kemungkinan disebabkan oleh adanya infeksi yang berbeda-beda. Karena vulva juga dapat sering meradang ketika adanya  peradangan yang terjadi dari vagina wanita.

Penyebab Penyakit Vulvitis

1. Infeksi

• Bakteri contohnya klamidia dan gonokokus
• Jamur contoh candida, terutama pada seseorang yang mempunyai diabetes, wanita hamil dan pemakai obat antibiotik.
• Protozoa contohnya Trichomonas vaginalis
• Virus yaitu virus herpes dan virus papiloma manusia

2. Benda atau zat-zat yang memiliki sifat iritatif

• Diafragma, spons, kondom, Spermisida, penutup serviks dan pelumas
• Sabun pencuci pakaian ataupun sabun cuci
• Zat di dalam deodoran
• Zat di dalam air mandi
• Obat pembilas vagina
• Memakai pakaian dalam yang terlalu ketat dan sedikit memiliki pori-pori atau ruang udara yang tidak cukup banyak
• Pakain dalam yang tidak menyerap keringat

3. Jaringan abnormal

4. Terapi penyinaran

5. Penggunaan obat-obatan

6. Perubahan hormonal

Gejala Vulvitis Pada Wanita

Gejala Vulvitis yang paling sering ditemukan pada tubuh manusia adalah adanya cairan yang keluar yaitu cairan abnormal dari dalam vagina wanita. Dikatakan cairan abnormal adalah jika jumlah keluar cairan tersebut sangat banyak, bau yang keluar menyengat hidung dan disertai dengan rasa gatal-gatal ataupun rasa nyeri.
Cairan abnormal itu sendiri sering muncul lebih kental dibandingkan dengan cairan yang normal serta warnanya yang bermacam-macam. Contohnya bisa seperti warna keju, atau kuning kemerah-merahan atau kehijau-hijauan.
Infeksi pada vagina yang diakibatkan oleh bakteri akan cenderung mengeluarkan cairan yang berwarna putih, abu-abu kekuning-kuningan yang disertai dengan bau amis. Setelah melakukan hubungan intim ataupun mencuci bagian vagina dengan menggunakan sabun, maka bau cairan bisa bertambah dan semakin terasa karena hal ini dapat terjadi karena adanya penurunan keasaman pada vagina sehingga bakteri yang ada akan semakin banyak yang tumbuh.
Infeksi dari jamur akan menyebabkan timbulnya rasa gatal yang biasa sampai rasa gatal yang yang hebat dan akan ada rasa terbakar yang timbul pada bagian vagina dan vulva. Kulit akan terlihat tampak lebih merah dan terasa kasar. Dari vagina besar kemungkinan akan mengeluarkan cairan kental seperti keju. Infeksi seperti ini lebih cenderung dapat berulang pada wanita yang memiliki penyakit diabetes ataupun wanita yang mengkonsumsi antibiotik.
Menurut Dokter dan tim ahli klinik Utama Gracia Indonesia penyebab lain dari vulvitis bisa meliputi di bawah ini :

1. Candida Albicans
2. Pediculi pubis
3. Oxyuris
4. Diabetes
5. Trichomonas

vulvitis adalah

Klinik Utama Gracia Indonesia

Pengobatan Vulvitis

Untuk mengobati vulvitis alangkah baiknya Anda sesegera mungkin untuk pergi ke rumah sakit ataupun ke rumah kesehatan lain untuk segera berkonsultasi dengan dokter khusus wanita tentang masalah penyakit vulvitis Anda. Hal yang perlu di perhatikan pada langkah pertama adalah dengan melihat cairan yang keluar dari dalam vagina. Jika cairan yang keluar dari dalam vagina kelihatan normal, Anda dapat  melakukan pembilasan dengan air bersih, hal ini bisa membantu mengurangi kadar jumlah cairan pada vagina Anda. Cairan vagina akibat vulvitis tentu harus perlu untuk diatasi  secara khusus sesuai dengan penyebab dari penyakit itu sendiri.

Jika penyebab dari vulvitis adalah infeksi maka dokter mungkin akan memeberikan obat  antibiotik khusus, anti-jamur atau anti virus tergantung kepada organisme dari penyebabnya. Adapun tindakan yang bisa Anda lakukan untuk mengendalikan gejalanya adalah Anda dapat  melakukan pembilasan pada vagina dengan mencampurkan  air bersih dengan cuka. Tetapi ingat,  pembilasan ini tidak boleh dilakukan dengan waktu terlalu lama dan sering karena dapat  meningkatkan terjadinya resiko peradangan panggul.

Selain pemberian antibiotik, untuk infeksi dari bakteri mungkin juga akan diberikan jeli asam propionat agar cairan di dalam vagina lebih asam sehingga hal ini dapat mengurangi pertumbuhan pada bakteri. Untuk infeksi menular seksual ( IMS ) cara mencegah dan mengobati vulvitis ini adalah dengan mengobati kedua pasangan tersebut secara bersamaan, agar ketika berhubungan seksual kembali tidak ada lagi individu  dari pasangan yang terkena penyakit  dari infeksi seks menular.
Penipisan lapisan pada vagina pasca menopause akan dapat diatasi dengan melakukan terapi sulih estrogen. Estrogen dapat diberikan dalam bentuk tablet, plester kulit atau juga krim yang bisa dioleskan secara langsung ke vagina dan vulva wanita. Selain itu penderita vulvitis juga disarankan untuk memakai pakai-pakaian dalam yang tidak terlalu ketat karena dapat mengurangi sirkulasi udara pada bagian vagina Anda. Pakailah baju pakain yang sedikit longgar agar sirkulasi udara tetap terjaga, Contohnya Anda dapat menggunakan bahan yang terbuat dari kain katun. Serta kami ingatkan untuk Anda kaum wanita agar selalu menjaga kebersihan vulva dan vagina setiap hari secara teratur, Anda dapat menggunakan sabun gliserin. Untuk dapat mengurangi rasa nyeri dan gatal Anda dapat mengkompres ataupun berendam di air dingin.

Panduan Penting

Setiap artikel atau tips yang kami sediakan di website klinikutama.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.
Konsultasikan kondisi medis yang anda alami dengan dokter yang profesional dan punya pengalaman, agar kesehatan anda bisa terpantau dengan baik.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan