• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Selaput Dara Robek Karena Jari

Selaput Dara Robek Karena Jari
Nilai Rata-rata: 9.0 / 10 (1 orang penilai )

Selaput dara yang merupakan indikator keperawanan wanita, bukan hanya bisa robek karena penetrasi saja, namun bisa juga terjadi selaput dara robek karena jari. Hal ini dapat terjadi ketika wanita melakukan masturbasi dengan memasukkan jarinya ke dalam vagina. Sebenarnya vagina sendiri juga bisa saja robek karena hal lain seperti pemakaian tampon, bersepeda, berkuda, melakukan latihan peregangan ekstrim seperti split ataupun pernah mengalami kecelakaan.

Bila selaput dara yang utuh menjadi tanda bahwa seorang wanita masih perawan, lalu bagaimana bila selaput dara robek karena jari ataupun hal lain yang bukan karena melakukan hubungan seksual, apakah wanita masih dikatakan tidak perawan? Apakah tepat menjadikan selaput dara sebagai indikator keperawanan wanita?

Selaput Dara Robek Karena Jari

Wanita yang masih berawan berarti belum pernah sama sekali melakukan hubungan seksual, dalam hal ini adalah melakukan penetrasi ke vagina. ketika terjadi penetrasi ini, maka lapisan tipis yang berada di bukaan vagina bagian dalam yaitu selaput dara, akan rusak atau robek. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran mengapa banyak orang menganggap bahwa selaput dara adalah patokan keperawanan wanita.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, bahwa selaput dara juga bisa robek karena hal lain selain melakukan hubungan seksual, misalnya selaput dara robek karena jari, penggunaan tampon, bersepeda, berkuda, ataupun mengalami kecelakaan.

Bila wanita yang masih perawan diartikan bahwa belum pernah melakukan hubungan seksual, maka bila selaput dara rusak karena hal lain selain melakukan hubungan seksual, termasuk karena memasukkan jari ke vagina, maka wanita tersebut dikatakan masih perawan.

chat

Tanda Selaput Dara Robek

Banyak orang percaya bila selaput dara robek pertama kali saat melakukan hubungan seksual, maka akan terjadi sedikit pendarahan dan juga rasa nyeri ketika berhubungan seksual. Namun sebenarnya tidak semua wanita akan mengalami hal ini. Hal ini bisa dikarenakan banyak hal, seperti ada kemungkinan sebelumnya selaput dara sudah robek karena hal-hal lain, selaput dara lebih elastis sehingga tidak robek, melakukan hubungan seksual dengan rileks, atau bahkan wanita tidak memiliki selaput dara sama sekali.

Jadi tidak tepat untuk menjadikan selaput dara sebagai indikator keperawanan wanita. Hal ini disebabkan, selaput dara bisa saja robek karena hal lain, atau malah selaput dara sama sekali tidak robek walaupun sudah sering melakukan hubungan seksual, dan juga karena bisa saja wanita tidak memiliki selaput dara sejak lahir.

Selain itu, alasan mengapa tidak tepat menjadikan selaput dara sebagai patokan keperawanan adalah, karena saat ini sudah ada inovasi dimana keutuhan selaput dara dapat dikembalikan melalui prosedur operasi keperawanan atau operasi selaput dara. Prosedur yang dinamakan Hymenoplasty dan Hymenorrhaphy ini akan mengembalikan selaput dara seperti semula atau dikatakan seperti masih perawan.

Banyak juga yang melakukan operasi keperawanan ini untuk membuat hubungan seksual dengan pasangan menjadi lebih nikmat, ataupun mengembalikan kepercayaan dirinya karena bisa menjadi kembali perawan.

Namun perlu diingat bahwa melakukan operasi keperawanan ini harus didahului dengan konsultasi dan pemeriksaan di klinik dengan dokter yang sudah profesional melakukan prosedur tersebut.

Anda dapat berkonsultasi pada dokter Klinik Utama Gracia terkait operasi keperawanan atau operasi selaput dara.

Panduan Penting

Setiap artikel atau tips yang kami sediakan di website klinikutama.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.
Konsultasikan kondisi medis yang anda alami dengan dokter yang profesional dan punya pengalaman, agar kesehatan anda bisa terpantau dengan baik.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan