• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Apa yang Anda ketahui tentang phimosis. Dibawah ini berikut kami berikan penjelasannya.

Baik bawaan sejak lahir maupun setelah dewasa phimosis merupakan kondisi dimana kulit yang melingkupi kepala penis atau kulup tidak bisa ditarik ke belakang untuk membuka seluruh bagian ujung penis. Kulit yang menyelimuti kepala penis tersebut biasa dikenal dengan istilah kulup, foreskin, preputium, atau prepuce . kulup terdiri dari dua lapis, bagian dalam dan luar, sehingga dapat ditarik ke depan dan belakang pada batang penis. Pada fimosis, lapis bagian dalam preputium melekat pada glans penis. terkadang perlekatan cukup luas sehingga hanya bagian lubang untuk buang air kecil saja yang dapat terbuka.

Phimosis adalah suatu gangguan atau penyakit pada alat kelamin pria berupa penyempitan atau perlengketan kulup penis sehingga bagian ujung penis tidak bisa keluar sepenuhnya. Akibat dari penyakit ini akan dapat menyebabkan penumpukan smegma (kotoran hasil sekresi kelenjar kulup) di sekitar ujung kelamin pria atau kepala penis. Penumpukan smegma tersebut akan mendukung penyebaran berbagai bakteri penyebab peradangan, dan bila tidak segera diatasi maka akan menyebabkan kanker penis.

Jika phimosis tersebut menyebabkan kesulitan buang air kecil sehingga urin tertahan di saluran kencing (uretra), maka akan dapat menyebabkan terjadinya infeksi uretra. Biasanya anak laki-laki yang baru lahir akan menderita phimosis fisiologis. Namun, biasanya akan menghilang sendiri ketika anak sudah berusia tiga tahun. Apabila di usia enam atau tujuh tahun phimosis masih ada sehingga menyebabkan masalah penis pada anak, maka dibutuhkan penanganan untuk mencegah hal yang lebih parah terjadi yaitu dengan melakukan sunat anak.

Dari seluruh kejadian phimosis yang terjadi adalah disebabkan karena bawaan lahir. Pada kasus yang lebih jarang, phimosis terjadi karena kulup kehilangan kemampuan merenggang atau melebar, biasanya dihasilkan karena peradangan atau luka akibat pembukaan paksa kepala penis. Pembentukan jaringan parut dari bekas luka itu mencegah peregangan kulup atau kulit pelindung penis.

Pada Halaman Ini kita akan membahas apa saja gejala-gejala pada phimosis dan faktor apa sajakah yang merupakan penyebab dari penyakit ini.

Phimosis yang merupakan suatu keadaan dimana kulup atau kulit yang menutupi kepala penis tidak bisa ditarik ke belakang, bisa dikarenakan keadaan sejak lahir atau karena patologi. Pada usia balita ujung penis dan prepusium terjadi adesi sehingga lengket jika terdapat luka pada bagian ini maka akan terjadi perdempetan dan terjadi Phimosis biasanya pada bayi itu adalah hal yang wajar karena keadaan tersebut akan kembali seperti normal dengan bertambahnya usia dan produksi hormon. Menurut pakar andrologi menjelaskan gejala dan penyebab dari penyakit ini adalah:

Gejala atau tandanya:

1.Air seni keluar tidak lancar. Kadang-kadang menetes dan kadang-kadang memancar dengan arah yang tidak dapat diduga

2.Kadang-kadang keluhan dapat berupa ujung kemaluan menggembung saat mulai buang air kecil yang kemudian menghilang setelah berkemih. 

3.karena urin yang keluar terlebih dahulu tertahan dalam ruangan yang dibatasi oleh kulit pada ujung penis sebelum keluar melalui muaranya yang sempit.

4.Kulit penis tak bisa ditarik kearah pangkal ketika akan dibersihkan

5.Biasanya bayi menangis dan mengejan saat buang air kecil karena timbul rasa sakit.

6.Iritasi pada penis.

7.Penis membesar dan menggelembung akibat tumpukan urin.

8.Bisa juga disertai demam

   

Penyebab phimosis.

Beberapa faktor pendukung penyebab timbulnya penyakit phimosis ini banyak kemungkinannya. Namun beberapa yang biasa terjadi adalah:

1.Kegagalan kulup untuk melonggar selama proses pertumbuhan.  

2.Infeksi seperti balinitis. 

3.Cacat yang disebabkan oleh trauma.

4.Penyakit pada alat kelamin.

5.Infeksi pada penis yang terjadi kemungkinan timbul dari ketidakmampuan melakukan pembersihan yang efektif sehingga menyebabkan pembengkakan, kemerahan dan rasa sakit di daerah tersebut.
 

Banyak Cara yang dilakukan untuk mengatasi penyakit phimosis ini Berikut kami jelaskan caranya.

Ada 3 cara Mengatasi Phimosis. yaitu dengan khitan atau disunat, obat dan peregangan. Sebagian besar anak laki-laki yang baru lahir memiliki phimosis fisiologis. Namun, fimosis ini biasanya akan menghilang sendiri setelah anak berusia lebih dari tiga tahun. Jika di usia enam atau tujuh tahun phimosis masih ada sehingga menyebabkan masalah, maka dibutuhkan penanganan yang lebih.


Cara mengatasi phimosis:

Sunat

Banyak dokter yang menyarankan sunat untuk menghilangkan masalah phimosis secara permanen. Rekomendasi ini diberikan terutama bila phimosis menimbulkan kesulitan buang air kecil atau peradangan di kepala penis (balanitis). Sunat dapat dilakukan dengan anestesi umum ataupun lokal.

Obat

Terapi obat dapat diberikan dengan salep yang meningkatkan elastisitas kulup. Pemberian salep ini harus dilakukan secara teratur dalam jangka waktu tertentu agar efektif.

Peregangan

Terapi peregangan dilakukan dengan peregangan bertahap kulup yang dilakukan setelah mandi air hangat selama lima sampai sepuluh menit setiap hari. Peregangan ini harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari luka yang menyebabkan pembentukan parut.

Bagi pasien yang mengalami phimosis sebaiknya segera pergi ke rumah sakit dan konsultasikan dengan dokter bedah  untuk mencegah terjadinya infeksi di sekitar penis.

 

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan