• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Pengertian Penyakit BPH

BPH Adalah | Pengertian Penyakit BPH Pada Pria
Nilai Rata-rata: 10.0 / 10 (7 orang penilai )

penyakit bph

Penyakit BPH

Benign Prostat Hyperplasia atau yang disingkat dengan sebutan BPH adalah kondisi yang mengakibatkan kelenjar prostat mengalami pembengkakan, tapi hal ini tidak bersifat kanker. BPH ini juga merupakan suatu penyakit tumor yang muncul pada kebanyakan pria yang telah memasuki usia sekitar diatas 50 tahun, tapi tidak menutup kemungkinan sama sekali pria yang berusia di bawah 50 tahun dapat terjangkit penyakit BPH ini. Penyakit BPH telah meningkat seiring bertambahnya usia pria di kehidupanya ini yaitu sekitar 20% di usia pria antara 41-50 tahun, 50%  pria berusia antara 51-60 tahun, dan 90% pria berusia lebih dari 80 tahun. Peranan genetik lebih dominan pada penyakit Benign Prostat Hyperplasia ini dimana pada kaum laki-laki atau pria di benua Afrika memiliki risiko tertinggi, lalu benua Eropa, dan selanjutnya yang terakhir itu adalah benua Asia. Adapun faktor-faktor lain yang mungkin dapat terjadi untuk mempengaruhi terjadinya penyakit BPH ini adalah tentang riwayat keluarga.

Pria yang sudah memasuki usia sekiktar 55 tahun, kurang lebih disekitar 25% terdapat populasi yang menyatakan bahwa adanya gangguan persentase dan berkemih ini meningkat menjadi sekitar 50% di usia pria yang memasuki masa 75 tahun. Penyakit BPH adalah penyakit yang merupakan suatu kelenjar pada sistem alat reproduksi pria yang berukuran sekitar 2 x 3 x 4 cm, dimana 2/3 yaitu merupakan bagian suatu kelenjar, dan 1/3 bagianya adalah merupakan suatu jaringan fibromuskular. Prostat atau BPH diperdarahi oleh arteri iternal iliac artery lalu untuk persyarafannya terdiri dari saraf parasimpatis dan saraf simpatis.

Pada saraf simpatis ini berguna atau berfungsi sebagai menstimulasi sekresi dan kontraksi. Jadi secara garis besar kelenjar prostat dapat di bagi menjadi 3 bagian yang penting, yaitu zona perifer, zona sentral, dan zona transisional. Pada penyakit Benign Prostat Hyperplasia terjadi pembesaran kelenjar prostat terutama pada zona transisional. Zona ini akan melindungi bagian urethra sehingga jika terjadi hal seperti pembesaran jaringan pada zona ini akan terjadi pendesakan pada urethra. Hal ini tentu dapat  mengakibatkan terjadinya hambatan dalam berkemih di bagian tubuh laki-laki seperti rasa kurang lampias walaupun sudah selesai berkemih,  pancaran air kencing yang keluar dirasakan berkurang, sering ke kamar mandi pada malam hari karena ingin buang air kecil, harus sedikit memberikan tekanan mengedan sebelum memulai berkemih.

Klinik Utama Gracia Indonesia 

Pengertian BPH Lebih Lanjut

Fungsi dari kelenjar prostat yaitu memproduksi cairan semen yang akan turut keluar pada saat laki-laki ingin melakukan ejakulasi melalui saluran urethra. Dan jika terjadi hambatan pada saluran urethra tersebut maka cairan semen tadi akan tidak dapat keluar bahkan mungkin dapat berbalik arah. Keadaan seperti ini disebut dengan ejakulasi retrograde dan dapat mengakibatkan kemandulan pada manusia.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan bila terdapat keluhan berkemih yang mungkin dicurigai bahwa disebabkan oleh adanya pembesaran prostat adalah cystometry, cystoscopy, retrograde cystography, USG prostat, uroflowmetri, uroflowmetri dan cystography. uroflowmetri adalah pemeriksaan secara diagnostik non incasive untuk mengetahui secara lebih dalam tetang fungsi kandung sfingter dan kemih antara urethra dan kandung kemih. Pemeriksaan seperti ini akan dilakukan dengan meminta pasien untuk berkemih dahulu ke tempat yang berbentuk seperti  corong yang berhubungan dengan alat pengukur. Nantinya alat ini akan dapat mengukur jumlah air kencing yang di keluarkan pasien, kecepatan aliran airnya akan dihitungan secara per detik, dan waktu yang akan dibutuhkan oleh pasien pada saat mulai berkemih sampai selesai. Dan selanjutnya data-data tersebut akan ditampilkan dalam bentuk grafik oleh para staff ahli. Data ini adalah data informasi yang berharga yang digunakan untuk menilai pasien apakah terdapat adanya hambatan atau obstruksi di dalam saluran kemih pada bagian bawah.

Individu yang normal, air seni akan mengalir secara lambat pada awal pengeluarnya dan selanjutnya kecepatan air pada saat keluar akan bertambah ketika kandung kemih hampir kosong, dan kecepatan akan kembali melambat sampai kandung di dalam kemih benar-benar kosong. Pola normal seperti ini dapat terganggu bila seseorang indvidu memiliki gangguan obstruksi disaluran kemih pada bagian bawah. Adapun nilai normal uroflowmetry tergantung pada jenis kelamin dan usia dari individu, berikut penjelasannya:

• Usia pria dan wnaita  4-7 tahun = 10 cc/det
• Usia pria 8-13   tahun = 12 cc/det  dan wanita = 15 cc/det
• Usia pria 14-45 tahun = 21 cc/det  dan wanita = 18 cc/det
• Usia pria 46-65 tahun = 12 cc/det  dan wanita = 18 cc/det
• Usia pria 66-80 tahun =   9 cc/det  dan wanita = 18 cc/det

Ukuran pada pembesaran prostat yang terjadi tidak menentukan keluhan pada saat berkemih yang dirasakan oleh pasien, maka dari itu dibutuhkan alat ukur lain untuk dapat mengetahui berat ringannya keluhan yang dialami oleh pasien. Dan untuk mengetahui secara lebih jauh tentang pasien maka akan diajukan beberapa pertanyaan kuesioner yang berisi tentang pertanyaan yang berkaitan dengan keluhan yang dialami oleh pasien. Jika pasien mengalami keluhan yang ringan, maka tidak ada pengobatan ya lebih jauh yang perlu diberikan pada pasien. Observasi secara ketat dan pengobatan secara intensif akan diberikan jika keluhan pada pasien bertambah berat seiring dengan berjalannya waktu dan perasaan pasien. Mungkin tindakan pembedahan adalah jalan keluar atau solusi terakhir jika pasien mengalami retensi urin secara berulang, infeksi saluran kemih berulang, hematuria berulang, batu di kandung kemih, atau gagal ginjal yang sudah kronis. Pengertian BPH ini juga merupakan penyakit yang berjalan secara progresif, namun di beberapa kasus yang terjadi keluhan pada saat berkemih dapat mengalami kesembuhan tanpa pengobatan apa pun yang dilakukan.

Panduan Penting

Setiap artikel atau tips yang kami sediakan di website klinikutama.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.
Konsultasikan kondisi medis yang anda alami dengan dokter yang profesional dan punya pengalaman, agar kesehatan anda bisa terpantau dengan baik.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan