• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Pahami Gejala dan Tahapan Sipilis Pada Wanita

Pahami Gejala dan Tahapan Sipilis Pada Wanita
Nilai Rata-rata: 8.0 / 10 (5 orang penilai )

sipilis pada wanita

Sipilis merupakan salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi akibar dari bakteri Treponema pallidum. Sipilis dapat menyerang siapapun, dalam artikel kali ini akan dibahas mengenai penyakit sipilis pada wanita.

Sipilis atau yang lebih dikenal dengan penyakit raja singa merupakan penyakit yang sangat serius, sebab jika dibiarkan akan menyebabkan kematian bagi si penderita. Sipilis juga dapat menyebar pada seorang ibu yang terinfeksi kepada janin yang sedang dikandungnya. Sipilis dapat meningkatkan resiko keguguran, bayi lahir dalam keadaan meninggal atau meninggal setelah beberapa hari dilahirkan.

Sipilis dapat dengan mudah diobati, jika terdeteksi pada tahap awal. Untuk itu sangat penting untuk menyadari gejala-gejala sipilis sejak dini agar mendapatkan pertolongan medis secepat mungkin. Setelah dinyatakan sembuh, sipilis tidak akan terulang dengan sendirinya. Tapi, dapat terinfeksi kembali setelah mengalami kontak seksual dengan seseorang yang terinfeksi penyakit ini.

Sipilis dapat berkembang secara bertahap, dan gejalanya selalu bervariasi pada setiap tahapannya. Gejala pada setiap tahapan kemungkinan dapat bertumpang tindih antara satu tahapan dengan tahapan lainnya dan tidak selalu terjadi dalam urutan yang sama. Anda mungkin saja terkena penyakit sipilis ini, namun Anda tidak menyadarinya.

Gejala Sipilis pada Wanita

Tahap Pertama

Gejala sipilis yang terjadi pada wanita umumnya akan muncul sekitar 3 minggu hingga 6 bulan setelah berhubungan seksual dengan penderita. Pada beberapa kasus yang terjadi, biasanya seorang wanita yang terinfeksi sifilis pada tahap pertama akan mengalami kondisi munculnya sariawan kemerahan (chancre) pada labia (bibir luar vagina) dan di dalam rektum (bukaan anus), vagina atau di dalam mulut.

Hal ini merupakan gejala paling awal dari penyakit sipilis yang sering disebut juga dengan chancre. Chancre (sariawan) dapat berkembang mulai dari 10 hingga 90 hari setelah mulai terinfeksi, dengan membutuhkan waktu sekitar 21 hari setelah infeksi hingga gejala pertama berkembang.

Gejala ini sering tidak dihiraukan atau tidak disadari oleh pengidap sipilis, apalagi jika sariawan muncul di dalam leher rahim atau di dalam bukaan vagina. pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat terjadi pada daerah dekat dengan chancre.

Chancre (sariawan) ini dapat berlangsung selama 3 hingga 6 minggu lamanya, bahkan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan sama sekali, namun kadang meninggalkan bekas luka tipis. Perlu diingat, meskipun chancre telah sembuh, bakteri sipilis nyatanya masih berada di dalam tubuh Anda dan dapat menularkan kepada orang lain. Penyakit sipilis ini ditularkan langsung melalui kontak dengan chancre selama aktifitas seksual, termasuk saat melakukan seks oral.


chat

Tahap Sekunder

tes sipilisPada tahap sekunder ini, biasanya sipilis pada wanita akan ditandai dengan munculnya ruam kemerahan pada kulit, yang muncul 2 hingga 12 minggu setelah chancre berkembang, terkadang sebelum sempat sembuh total. Ruam yang dialami biasanya terdiri dari lesi kulit datar atau sedikit terangkat yang berwarna cokelat kemerahan, berukuran kecil (kurang dari 2 cm), serta terasa padat. Ruam ini umumnya timbul pada bagian telapak tangan atau kaki dan terlihat seperti ruam pada masalah kulit lainnya.

Selain terjadi ruam, pada tahap sekunder ini juga terjadi luka kecil yang terbuka seperti kutil lembab yang berisi nanah pada selaput lendir, seperti pada rongga dalam mulut dan vagina. Jika seseorang memiliki warna kulit yang gelap, maka luka yang terjadi akan berwarna lebih muda dari kulit yang berada disekitarnya.

Ruam yang terjadi serta kutil yang muncul ternyata sangat menular, dan biasanya ruam pada kulit akan sembuh dalam waktu dua bulan dengan sendirinya tanpa adanya bekas jaringan parut. Setelah proses penyembuhan, perubahan warna kulit akan terjadi, namun meskipun ruam pada kulit telah sembuh, jejak sipilis akan tetap ada dan dapat menular kepada orang lain.

Gejala yang menunjukkan bahwa infeksi sipilis telah menyebar ke seluruh tubuh seperti:

  • Demam ringan yang suhu tubuhnya kurang dari 38 derajat celcius
  • Sakit tenggorokan
  • Kelelahan atau ketidaknyamanan pada tubuh
  • Terjadinya penurunan berat badan secara drastis
  • Rontoknya rambuh pada beberapa bagian tubuh seperti bulu mata, alis dan rambut di puncak kepala
  • Terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening
  • Munculnya gangguan sistem saraf seperti leher yang kaku, sakit kepala, mudah marah, kelumpuhan, refleks yang tidak sama serta ukuran pupil mata yang tidak teratur
  • Munculnya bercak putih pada bagian hidung, vagina dan mulut
  • Terjadinya nyeri sendi

Gejala pada tahap ini, sipilis akan hilang jika Anda telah menerima pengobatan dengan sebagaimana mestinya. Namun jika gejala ini hilang dengan sendirinya tanpa disertai dengan pengobatan, maka Anda masih akan terinfeksi dan akan menularkan penyakit ini pada orang lain.

chat

dampak sipilisTahap Laten

Pada tahap ini untuk mengetahui gejala sipilis pada wanita sangat sulit, sebab setelah tahap sekunder hilang, maka tahap selanjutnya akan berlangsung sekitar 5 hingga 20 tahun, paling singkat selama 1 tahun.

Gejala yang biasanya terjadi pada tahap ini adalah rusaknya beberapa sistem organ dan bahkan dapat berakibat sangat fatal. Pada sipilis tersier dapat menyebabkan kerusakan otak seperti stroke, kebingungan mental, dan miningitis. Terjadinya kerusakan saraf, mata, jantung, tulang, hati, pembuluh darah dan sendi.

Pada tahap ini untuk mengetahui secara akurat mengenai sipilis pada wanita, hanya dapat dilakukan melalui tes darah, riwayat medis, atau kelahiran anak dengan sipilis kongenital.

Tahap akhir (kambuhan)

Sekitar 20 hingga 30 orang dari 100 orang yang tekena penyakit sipilis akan mengalami infeksi kambuhan yang terjadi selama tahap laten. Dengan mengalami infeksi kambuhan, berarti Anda sudah terbebas dari gejala sipilis, namun mulai mengalami gejala lagi. Perlu diketahui bahwa kambuhan dapat terjadi beberapa kali.

Ketika kambuhan sudah tidak terjadi lagi, maka seseorang dinyatakan tidak akan menularkan spilis melalui kontak langsung, namun bagi wanita yang berada di tahap laten sipilis masih tetap dapat menularkan penyakitnya kepada bayi yang sedang dikandungnya. Hal ini akan mengakibatkan keguguran, bayi dalam kondisi sudah meninggal saat proses persalinan atau melahirkan bayi yang akan membawa gejala sipilis kongenital.

Itulah artikel mengenai gejala dan tahapan sipilis pada wanita. Jika Anda ingin mengetahui mengenai sipilis pada wanita lebih mendalam, Anda dapat berkonsultasi secara online kepada dokter spesialis kami dengan mengklik tombol konsultasi di bawah ini.

Panduan Penting

Setiap artikel atau tips yang kami sediakan di website klinikutama.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.
Konsultasikan kondisi medis yang anda alami dengan dokter yang profesional dan punya pengalaman, agar kesehatan anda bisa terpantau dengan baik.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan