• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Gejala dan Penyebab Raja Singa

Gejala dan Penyebab Penyakit Raja Singa
Nilai Rata-rata: 9.2 / 10 (11 orang penilai )

Membicarakan penyakit kelamin, ada cukup banyak jenis penyakit kelamin. Mulai dari HIV, gonore, sifilis, kutil kelamin, chancroid, klamidia, trikomoniasis, dan herpes genitalis. Namun dari kesekian penyakit kelamin yang paling sering muncul adalah sifilis, di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan raja singa. Penyebab penyakit raja singa disebabkan oleh infeksi bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual. Gejala raja singa pun cukup beragam sesuai dengan tahapan yang terjadi.

Seseorang yang mengalami sifilis, pada gejala awal akan menimbulkan luka disekitar area kelamin. Terkadang luka juga muncul dibagian mulut dan tenggorokan bila penderitanya pernah melakukan seks oral. Luka juga dapat muncul pada bagian anus jika pernah melakukan seks anal. Bakteri ini tidak akan pernah mati dan hilang dari tubuh anda seumur hidup. Pengobatan dilakukan, agar bakteri tidak menular dan tidak selalu aktif.

Tidak dianjurkan bagi anda yang sudah terserang bakteri penyebab raja singa untuk melakukan hubungan seks dengan siapa saja, termasuk dengan pasangan. Karena dapat menyebabkan menularkan bakteri kepada orang lain. Sehingga selama dalam masa pengobatan, anda tidak diperbolehkan untuk berhubungan seks.Siapa Saja yang Beresiko?

Pasti anda juga bertanya-tanya, siapa saja yang beresiko untuk tertular penyakit raja singa dan gejala raja singa yang sering muncul. Tentunya baik pria dan wanita, sangat rentan mengalami penyakit yang satu ini. Penyakit sifilis sangat mudah menyerang kaum-kaum penyuka sesama jenis, baik itu homoseksual maupun kaum lesbian. Bahkan jumlah penderita sifilis dari kaum pria diperkirakan lebih banyak dibandingkan pada wanita.

Penyebab Raja Singa

Bagaimana Penyakit Raja Singa Menular?

Bahkan bagi anda wanita yang sedang hamil, segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter atau Klinik spesialis kelamin ketika anda sudah menemukan gejala raja singa. Karena bakteri bisa menyerang janin dan menularkan kepada bayi yang anda kandung. Dengan melakukan pemeriksaan, maka anda bisa melakukan pencegahan bakteri penyebab raja singa kedalam tubuh bayi anda.

Namun yang harus anda ketahui, penyakit sifilis tidak menular melalui penggunaan alat makan yang sama, toilet yang sama, bakteri juga tidak akan menyerang tubuh hanya dengan melalui penggunaan pakaian yang sama, dan penggunaan kolam renang yang sama pun tidak akan dapat menularkan bakteri penyebab raja singa. Karena bakteri tersebut tidak dapat hidup terlalu lama di luar tubuh manusia.

chat

Gejala Raja Singa

Tahap Sifilis Primer

Gejala raja singa mungkin terjadi mulai dari 10 hari - 3 bulan setelah terpapar bakteri Treponema. Gejalanya pada bagian tubuh yang terjadi di tempat bakteri masuk mungkin muncul lesi kecil dan terjadi tanpa muncul rasa sakit, biasanya alat kelamin, lidah, bibir atau rektum. Sesuai dimana cairan dari tubuh penderita sifilis terpapar kedalam tubuhmu.

Pada umumnya, luka akan hilang dengan sendirinya tanpa anda melakukan pengobatan sama sekali. Namun luka penyebab raja singa bukan berarti hilang dari tubuh anda, malah luka akan muncul dengan masuk kedalam tahapan selanjutnya. Luka hilang, bukan berarti anda sudah sembuh dari sifilis. Tetapi itu adalah tanda untuk memasuki gejala raja singa pada tahap selanjutnya.

Tahap Sifilis Sekunder

Gejala penyakit sifilis sekunder akan muncul kembali sekitar 6-12 bulan setelah luka muncul pada tahap pertama. Luka akan muncul jika anda tidak melakukan pengobatan pada tahap pertama, karena hilangnya luka hanya membuat bakteri non aktif pada sementara waktu.

Gejala raja singa pada tahap sekunder dengan timbul ruam pada kulit, yang sering muncul sebagai luka dan berwarna merah atau coklat kemerahan serta berukuran kecil di bagian tubuh manapun. Namun paling sering muncul di bagian kulit  telapak tangan dan kulit telapak kaki.

Gejala lain yang muncul adalah Demam, mudah merasa lelah dan mungkin muncul timbul perasaan tidak nyaman yang rasa nyeri dan sakit pada kelenjar getah bening yang mungkin dapat membengkak, sakit di bagian tenggorokan. Terkadang Ada kutil seperti luka pada mulut atau daerah genital. Bahkan dapat menyebabkan kerontokan pada rambut, dan juga penurunan berat badan.

Gejala dan tanda tersebut dapat hilang dalam waktu beberapa minggu atau bisa juga terjadi secara terus menerus secara silih berganti, selama beberapa bulan. Gejala akan terus muncul, dan tidak akan hilang sebelum anda melakukan pengobatan.

Tahap Sifilis Laten

Jika sudah memasuki tahap penyakit sifilis laten, gejala raja singa akan memasuki pada tahap ketiga. Pada tahap ketiga ini terjadi, apabila tidak juga melakukan pengobatan meskipun sudah memasuki tahap sekunder. Pada satu tahun pertama di tahap tiga infeksi masih bisa menular.

Namun jika dalam waktu sekitar dua tahun, penyakit raja singa tidak juga diobati, infeksi masih terjadi didalam tubuh. Tetapi tidak menular kepada orang lain. Pada tahap ini akan berlangsung bertahun-tahun, bahkan dapat berlangsung hingga diatas 10 tahun.

Tahap Sifilis Tersier

30 persen penderita penyakit sifilis yang tidak mendapatkan perawatan secara benar akan mengalami komplikasi yang biasa dikenal sebagai sifilis tersier atau terlambat. Di tahap akhir  penyakit ini dapat merusak bagian otak, mata, saraf, jantung, hati, pembuluh darah, sendi dan tulang. Sehingga dapat menyebabkan penderitanya mengalami stroke, penyakit jantung, dan kebutaan.

Masalah ini dapat terjadi selama waktu bertahun-tahun setelah infeksi awal. Dan yang paling parah dari kesemua penyebab itu, sifilis juga dapat menyebabkan terjadinya kematian bagi penderitanya. Sehingga jika sudah menemukan gejala raja singa sejak awal, segeralah untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan untuk menghindari penyakit sifilis semakin parah dan selalu muncul.

Diagnosis

Ketika anda sudah menemukan gejala raja singa, maka segeralah untuk melakukan pemeriksaan ke dokter atau ke Klinik Spesialis Kelamin. Karena dengan pengobatan dari awal dapat membantu anda untuk terhindai dari sifilis tahap lanjut.

Umumnya, untuk mendiagnosa kondisi anda, dokter akan menanyakan mengenai gejala raja singa yang anda alami, serta luka-luka yang muncul pada sekujur tubuh. Pemeriksaan luka dapat dilakukan untuk melihat apakah luka tersebut merupakan luka penyebab penyakit raja singa atau bukan.

Dokter juga akan melakukan tes darah untuk mengetahui sejauh mana bakteri hidup didalam tubuh anda. Dan bagaimana kekuatan kekebalan tubuh yang dapat melawan infeksi tersebut. Tes ini sangat tidak dianjurkan bagi bayi yang baru lahir, maka dokter akan menanyakan mengenai riwayat penyakit yang ada pada tubuh ibunya.

chat

Pengobatan

Pasti anda akan bertanya, pengobatan jenis apa yang harus dilakukan untuk mengatasi penyakit sifilis. Jika masih dalam tahap awal, maka penderita penyakit sifilis dapat diberikan antibiotik penisilin yang dapat di konsumsi atau diberikan melalui suntikan. Pengobatan pada penyakit sifilis tahap awal biasanya dilakukan selama 14 hari bahkan lebih lama. Pengobatan harus segera dilakukan setelah anda menemukan gejala raja singa yang muncul pada tubuh anda.

Bagi yang sudah memasuki tahap lanjut, antibiotik juga dapat diberikan dan harus di konsumsi dalam waktu yang cukup lama. Bahkan antibiotik  harus diberikan melalui infus. Apabila pada tahap tersier sudah menyerang organ tubuh lainnya, maka pengobatan raja singa tidak bisa menyembuhkan organ tubuh yang sudah rusak tersebut.

Bisakah Penyakit Raja Singa Diobati Di Rumah?

Tentunya hal tersebut bisa dilakukan di rumah. Ada beberapa perawatan yang dapat anda lakukan di rumah untuk mencegah penyakit raja singa semakin parah. Beberapa perawatan secara mandiri dapat anda lakukan untuk mengurangi beberapa gejala raja singa yang mungkin akan selalu muncul pada tubuh anda.

- Jangan berhenti minum obat
- Atur dosis obat yang anda konsumsi sesuai anjuran dokter
- Beri tahu dokter, jika anda memiliki alergi terhadap obat
- Sering melakukan cuci tangan
- Hindari melakukan hubungan seks
- Beri tahu pasangan
- Temukan dokter kembali ketika ada gejala raja singa yang mereda
- Konsultasi kembali ketika anda menemui penyakit seksual lainnya didalam tubuh

Pencegahan Penyakit Raja Singa

Apa sih cara pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit raja singa dan anda dapat terhindar dari berbagai gejala raja singa tersebut. Banyak ahli mengatakan, bahwa cara ampuh dan yang cukup berkhasiat dalam mencegah terjadinya raja singa adalah dengan setia pada pasangan.

Bagi anda yang belum menikah, maka hindari melakukan hubungan seks secara bergonta-ganti pasangan. Apa lagi jika anda melakukan hubungan seks dengan laki-laki atau wanita yang sering melakukan hubungan seks dengan bergonta-ganti pasangan.

Apa lagi bagi anda yang belum menikah, terlebih laki-laki hindari untuk melakukan hubungan seks dengan para pekerja seks komersial. Karena penyakit sifilis sangat sering ditemukan pada pekerja seks. Cobalah untuk menahan syahwat anda hingga anda benar-benar menemukan pasangan yang dapat anda nikahkan secara sah baik dalam segi hukum maupun agama.

Penyakit sifilis tidak hanya menular melalui hubungan seks melalui kelamin. Tetapi penyakit ini juga dapat menular melalui seks anal, dan seks oral. Jadi tetap hindari melakukan hal tersebut agar anda dapat terhindar dari penyakit kelamin.

Penggunaan kondom atau dental dam  dalam berhubungan seks juga tidak dianjurkan, karena kondom dan dental dam dapat memiliki resiko kerusakan ketika anda gunakan dalam berhubungan intim sehingga anda tetap tertular penyakit raja singa. Karena bisa saja, saat anda melakukan hubungan seks kondom atau dental dam yang anda gunakan robek. Sehingga anda terpapar langsung dengan cairan si penderita dan bakteri masuk ke dalam tubuh anda.

Ketika anda sudah didiagnosis menderita penyakit sifilis, maka anda dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seks, baik itu seks kelamin, anal, dan seks oral. Karena bisa menyebabkan bakteri tertular kepada pasangan anda.

Selain berhubungan seks, hindari juga penggunaan obat-obatan terlarang. Karena bisa saja anda tertular sifilis dari orang-orang yang juga pemakai narkoba. Karena seperti sudah dijelaskan diawal, penggunaan jarum suntik yang sama dapat menyebabkan anda tertular penyakit raja singa dan menimbulkan gejala raja singa pada tubuh anda. Hindari juga seni perajah tubuh yang hanya menggunakan satu jarum yang digunakan secara bersama-sama.

Jumlah Penderita Sifilis Di Indonesia

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti berapa jumlah penderita raja singa di Indonesia secara pasti. Karena sebagian dari penderita malu untuk melakukan pemeriksaan, karena penyakit raja singa merupakan jenis penyakit kelamin. Bahkan cukup banyak yang tidak mengetahui gejala raja singa yang sudah muncul di area genital. Sebagian besar dari penderita tidak pernah melakukan pemeriksaan dan melakukan pengobatan, meskipun dirinya sudah mengetahui bahwa ia sudah mengalami sifilis.

Saat ini jumlah penderita yang mengalami infeksi menular seksual terus bertambah dari waktu ke waktu. Seperti halnya penderita HIV dan AIDS di Indonesia cukup banyak yakni sekitar 690 ribu orang. Bahkan dari jumlah tersebut, yang sadar mengalami HIV dan AIDS hanya sekitar 30 persen.

Jika ditelisik mengenai penyakit raja singa, maka tidak diketahui angka pasti penderitanya. Karena belum ada penelitian yang mencoba untuk mengangkat jumlah penderita tersebut.  Untuk itu, bagi anda yang sedang menderita HIV atau AIDS. Maka segeralah untuk melakukan pemeriksaan.

Tentunya Indonesia wajib waspada dengan penyakit sifilis ini. Karena pada akhir tahun 2016 hingga awal tahun 2017 Negara tetangga yakni Australia dan Jepang mengalami peningkatan yang signifikan terhadap penderita sifilis. Hal tersebut tak boleh diabaikan oleh pemerintah dan segenap masyarakat Indonesia.

Diakhir tahun 2016, terdapat sekitar 4077 kasus seseorang yang mengalami penyakit raja singa di Jepang. Bahkan Pemerintah Jepang mengkhawatirkan bahwa jumlah penderita sifilis akan terus meningkat sepanjang tahun ini. Terutama pada perempuan, diperkirakan peningkatan penderita sifilis pada kaum perempuan meningkat sebanyak 19 kali dibandingkan tahun kemarin. Jumlah pada tahun 2016 perempuan yang menderita sifilis mencapai 1229 kasus dari 4077 kasus.

Penyakit raja singa juga dialami oleh Australia. Dimana pada akhir tahun 2016, jumlah penderita sifilis naik dari 139 kasus pada 2015 menjadi 308 pada tahun 2016. Kondisi tersebut disebabkan oleh warga Australia yang mengabaikan untuk melakukan seks aman.

Peningkatan jumlah penderita sifilis di Jepang dan Australia tersebut bukan tak mungkin dapat menyerang Indonesia. Apa lagi jika anda sering mengabaikan seks aman. Karena penyebab sifilis adalah mengabaikan seks aman.

Dimana mungkin anda sering melakukan hubungan seks dengan bergonta-ganti pasangan, tanpa menggunakan pengaman. Apa lagi gejala raja singa sering tidak tampak. Untuk itu usahakan anda hanya melakukan hubungan seks dengan satu pasangan saja, sehingga anda dapat terhindar dari sifilis.

chat

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan