• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Cara Mengatasi Bau Ketiak Dengan Antiperspiran

Cara Mengatasi Bau Ketiak Dengan Antiperspiran
Nilai Rata-rata: 7.5 / 10 (2 orang penilai )


Penyebab bau ketiak seringkali disalahartikan karena keringat yang keluar. Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya salah. Penyebab utama bau ketiak sebenarnya adalah bakteri yang ada di ketiak seseorang. Lalu benarkah cara mengatasi bau ketiak bisa dengan menggunakan antiperspiran?

Ketika seseorang yang memiliki bakteri pada ketiaknya berkeringat, maka akan terjadi perubahan pada aroma ketiak menjadi asam, dan inilah mengapa bau ketiak atau bau badan disebut dengan ‘bau asam’. Sebenarnya, bila bakteri tidak menempel di ketiak atau di bagian tubuh manapun, keringat tidak akan berbau. Karena umumnya keringat tidak menyebabkan bau, hanya memiliki aroma khas.

Keringat yang keluar berlebihan bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya emosi, ketakutan, ataupun menjadi tanda bahwa tubuh mengalami gangguan tertentu. Tentunya hal ini akan menimbulkan ketidaknyamanan, karena umumnya orang yang mengalami keringat berlebih, akan mengalami bau ketiak juga.

Cara Mengatasi Bau Ketiak

Seringkali orang mengatakan bahwa cara mengatasi bau ketiak bisa dengan penggunaan antiperspiran, padahal sebenarnya bukan. Antiperspiran adalah suatu produk yang digunakan untuk mengendalikan pengeluaran keringat di tubuh, termasuk di ketiak. Ketika seseorang menyemprotkan atau mengoleskan antiperspiran di ketiaknya, maka antiperspiran ini akan menyumbat kelenjar keringat pada bagian tersebut sehingga tidak mengeluarkan keringat yang berlebih.

chat

Antiperspiran disarankan digunakan ketika malam hari saat Anda akan tidur. Hal ini akan memberikan hasil yang lebih signifikan, karena umumnya saat tertidur, tubuh akan memiliki cukup keringat yang keluar dari tubuh, sehingga antiperspiran dapat masuk ke saluran keringat dan menyumbar kelenjar keringat agar tidak mengeluarkan keringat berlebih.

Dengan begitu, keringat berlebih ini tidak akan bercampur dengan bakteri yang ada di ketiak, dan tidak menyebabkan bau ketiak.

Lalu bagaimana jika bau ketiak masih terjadi?

Bila hal tersebut terjadi, maka Anda dapat mengkombinasikan penggunaan deodoran dengan antiperspiran. Banyak yang salah kaprah mengenai cara memakai deodoran dan juga antiperspiran. Jika antiperspiran digunakan saat malam hari ketika tidur, maka deodoran digunakan ketika Anda akan keluar rumah atau akan beraktivitas di pagi hari. Jangan gunakan deodoran dan antiperspiran di saat yang bersamaan. Bukan karena efek yang ditimbulkan, namun lebih ke hasil yang didapatkan akan berkurang.
Sekarang ini sudah banyak produk yang di dalamnya memiliki kandungan antiperspiran dan juga deodoran. Anda bisa memilih produk tersebut untuk hasil yang lebih efektif.

Penggunaan parfum juga biasanya menjadi cara banyak orang untuk menyamarkan atau mengatasi bau ketiak. Namun sebaiknya jangan gunakan parfum di tempat yang sama dengan deodoran, hal ini akan membuat bau yang dihasilkan akan tidak sedap. Selain itu parfum juga jangan digunakan pada kulit ketiak karena bisa menyebabkan terjadinya iritasi.

Apabila penggunaan antiperspiran, deodoran ataupun parfum menimbulkan efek seperti iritasi, kemerahan, gatal, perih, dan meradang, maka segera hentikan pemakaian ketiga produk tersebut, karena menjadi tanda bahwa kulit Anda tidak cocok atau sensitif terhadap penggunaan produk tersebut.

Konsultasikan pada dokter Klinik Utama Gracia mengenai cara mengatasi bau ketiak yang tepat untuk permasalahan yang Anda alami.

Panduan Penting

Setiap artikel atau tips yang kami sediakan di website klinikutama.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.
Konsultasikan kondisi medis yang anda alami dengan dokter yang profesional dan punya pengalaman, agar kesehatan anda bisa terpantau dengan baik.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan